Jumat, 02 Agustus 2019

Jokowi dan Sibolang Rasta


       Sibolang Rasta adalah salah satu jenis ulos pada masyarakat/suku Batak Toba yang sering digunakan pada saat acara adat yang melambangkan duka cita. Ulos jenis ini  berfungsi sebagai ulos saput yang dikenakan pada orang yang sudah meninggal tetapi belum memiliki cucu dan juga sebagai tujung yang diikatkan diatas kepala suami atau isteri dari orang yang meninggal tersebut sebagai tanda berkabung.

       Jenis ulos ini menjadi salah satu perbincangan saat Presiden RI ke-7, Joko Widodo berkunjung ke Kabupaten Tapanuli Utara tepatnya di Taman Wisata Salib Kasih, Tarutung pada hari Selasa, 30 Juli 2019. Pada kesempatan tersebut Jokowi memilih sebuah jaket yang bahannya terbuat dari jenis ulos Sibolang Rasta dan langsung memberikannya kepada menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pak Basuki Hadimuljono.”Ini jaket khas Tapanuli, Sumatera Utara. Saya pilihkan khusus untuk pak Basuki, menteri PUPR. Bayar sendiri ya,” 😄 tulis Pak Presiden di instagram sembari memamerkan jaket tersebut.

       Tetapi yang menarik untuk dibahas adalah “Mengapa Jokowi memilih jaket Sibolang Rasta yang notabene fungsi jenis ulos tersebut sering digunakan saat acara adat duka cita? Apakah momen ini hanya kebetulan belaka atau adakah makna tersirat dari kejadian ini? Mari kita bahas sembari jangan lupa mandorguk (minum) tuaknya, hehe....

       Saya meyakini bahwa tidak ada satu peristiwa apapun di dunia ini yang “serba kebetulan”, semuanya sudah diatur oleh Sang Khalik Tuhan Yang Maha Agung, Yang Maha Esa. Demikian juga dengan peristiwa Jokowi dan jaket Sibolang Rasta ini, saya memaknainya bahwa tanah Batak sudah cukup lama vakum “mati suri”. Boleh dikatakan sejak Indonesia dinyatakan merdeka, 17 Agustus 1945, belum ada pemerintah pusat atau Presiden yang memberikan perhatian khusus seperti yang ditunjukkan oleh Presiden Jokowi saat ini.

       Momen Jokowi dan Sibolang Rasta di taman Wisata Rohani Salib Kasih seakan menyiratkan akan sebuah perubahan besar di tanah Batak dengan lautan manusia yang menyaksikannya dan Salib Kasih akan menjadi saksi bisunya. Dalam hal ini Jokowi seakan mengerti arti dan fungsi dari ulos Sibolang Rasta yang spontan memberikan/mengenakan tujung (beban) tersebut kepada menteri PUPR, Pak Basuki Hadimuljono untuk segera membenahi tanah Batak yang sudah lama tarulang. (Tarulang artinya ladang/sawah tidak diurus).

       Tetapi yang perlu disadari oleh masyarakat di sana adalah bahwa beban tugas ini bukanlah hanya dipundak Pak Basuki, melainkan tugas bersama masyarakat tanah Batak khususnya yang berada di Bonapasogit untuk bersama-sama membantu pemerintah demi terwujudnya Tano Batak yang Sejahtera dan tentunya harapan bersama semua Halak Batak termasuk saya dari tanah rantau untuk sesegera mungkin kita buka “UNGKAP TUJUNG” yang selama ini terikat dan menjadikannya sebuah karya layaknya seperti jaket warna merah yang indah pilihan Pak Dhe yang akan kita kenakan bersama sebagai tanda SEBENAR-BENARNYA MERDEKA. 

Horas...Horas...Horas


Salam, 
Parkombur Lapo Tuak 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar